BEBERAPA HAL YANG MEMBUAT GAGAL DALAM JLPT 2

Artikel ini melanjutkan dari pembahasa pada artikel sebelumnya, Beberapa Hal yang Membuat Gagal dalam JLPT 1. Pada pembahasan berikut ini, faktor yang membuat gagal dalam JLPT adalah hal-hal di luar pemahaman materi. Nah, mari kita simak lagi dan evaluasi mengapa kita bisa gagal pada ujian sebelumnya.

2. Tidak bisa mengatur waktu saat mengerjakan JLPT

Masalah ini pernah saya alami saat saya mengikuti JLPT N2 pada Desember 2016. Itu adalah pertama kalinya saya menempuh ujian JLPT di Jepang. Tepatnya di Universitas Nara, di Prefektur Nara. Meskipun peralatan dan persiapan materi saya sudah merasa siap untuk menghadapi ujian, ternyata ada satu hal yang saya tidak perhatikan saat ini. Yaitu waktu.

Saya tidak membawa arlori atau jam tangan untuk mengontrol sisa waktu. Hal ini sangat penting, apalagi jika di dalam ruangan tidak ada jam dinding. Dan sepertinya jika anda mengikuti JLPT di Jepang, ruangan ujian sengaja tidak di sediakan jam dinding. Sehingga saat ujian berlangsung, kita tidak bisa membagi waktu dan berapa menit lagi sisa waktu yang ada. 
Fatalnya adalah saat kita sibuk mengerjakan soal, dan waktu tinggal sedikit lagi akan berakhir. Sedangkan soal masih banyak yang belum terjawab. Andai saja kita tahu sisa waktu, meskipun masih banyak soal yang belum dijawab, kita masih ada waktu untuk memilih jawaban walaupun itu hanya asal-asalan. Dengan harapan pilihan kita benar, jika beruntung. Saat itu saya tidak menjawab satu baris mondai (ada sekitar 23 nomer yang tidak saya sentuh). 

Sejak saat itu, saya selalu mengingatkan kepada kawan-kawan yang akan menempuh ujian JLPT, untuk selalu membawa arloji untuk mengatur waktu. Karena hal ini sangat penting untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Saya akan mencoba memberikan ilustrasinya pada ujian N3.

JLPT N3 di bagi menjadi 3 sesi ujian. 
  • 言語知識(文字・語彙)>>> 30 menit
  • 言語知識(文法)・読解 >>> 70 menit
  • 聴解 >>> 40 menit

Ada yang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Yaitu, pembagian sesi ujian, dan pembagian penilaian ada sedikit perbedaan yang harus kita ketahui. 
Pada pembagian sesi ujian, 文法 dijadikan satu dengan ujian 読解 dan diberikan waktu 40 menit untuk mengerjakannya. Sedangkan pada pembagian penilaian, 文法 masuk pada bagian 言語知識 dan bagian 読解 mempunyai penilaian sendiri. Dari pembagian seperti ini, yang harus diperhatikan adalah pada bagian dokkai. Biasanya banyak yang mengalami kesulitan pada bagian ini sehingga mengalami kegagalan. Maka dari itu, saya selalu menaruh perhatian pada bagian dokkainya terlebih dahulu. Karena jika dilihat, soal bunpo dijadikan satu dengan dokkai dan soal bunpo diletakkan terlebih dahulu sebelum soal dokkai. Seandainya kita terlalu lama mengerjakan soal bunpo, dan kita tidak punya cukup waktu untuk penyelesaikan soal dokkai, maka hal ini adalah  kesalahan yang fatal. Logikanya seperti ini. Pada sesi ke dua, kita fokus pada bunpo dan anggap saja pada soal bunpo kita bisa menjawab 100 persen benar, akan tetapi hanya soal dokkai tidak dijawab sama sekali. Nilai pada dokkai bisa jadi 0 kan? Pastinya tetap akan gagal meskipun nilai yang lain 60+60=120 (secara total nilai lulus, tapi karena bagian dokkai gagal, maka tetap gagal). Jadi dengan melihat hal ini, saya selalu fokus saat sesi ujian kedua (bunpo dan dokkai) sebisa mungkin saya mengerjakan dokkai terlebih dahulu. Minimal saya mendapatkan poin untuk lulus sesi dokkai dengan nilai 19 atau lebih. 
Inilah yang saya anggap penting untuk membawa arloji. Dengan bisa melihat waktu, kita bisa mengatur kecepatan dalam mengerjakan soal. Kita tidak perlu berlama-lama pada soal yang memang kita tidak menguasainya. Bisa dengan mecoba soal yang lain. Namun juga perlu hati-hati, jangan sampai salah menghitami jawaban. Pastikan nomer yang dikerjakan sesuai dengan nomer jawaban yang di hitami. Selain itu saran saya adalah jangan menjawab hanya dengan memberikan tanda misalnya titik. Langsung saja dihitami meskipun tidak terlalu tebal. Sehingga minimal sudah terjawab (untuk soal yang ragu-ragu). Karena banyak sekali kasus dengan cara menandai jawaban, dan waktu sudah mendekati akhir, dan tidak sempat menghitaminya. Ini bisa jadi fatal sekali.

Bersambung...

JANGAN LUPA BACA JUGA : Soal Pilihan Ganda pada JLPT

Pengalaman selama di Jepang, mengajari saya tentang banyak hal. Terutama dalam belajar bahasa jepang. Semoga artikel dalam website ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Ikoma, 2 Febuari 2016

Bagikan

Artikel Terkait

NEXT
« PREV
PREV
NEXT »

Silahkan jika ada yang ditanyakan atau masukan, tuliskan di kolom komentar.
Terima kasih.

Popular Posts