Pola Kalimat N3 第1週 1.2. ~られる、~させる 2


Lanjut pembahasan tatabahasa 第1週(1.1)lalu. Masih mengenai bentuk pasif ~られる.

1.c. N1に~られる

Dalam model berikutnya ini ada sedikit perbedaan konsep dibanding dengan kalimat pasif dalam bahasa indonesia. Bentuk pasif model ini ada konteks dimana subyek merasa terganggu atau kesulitan akibat dari tindakan lain. Jika bingung penjabaran maksudnya langsung saja lihat pada contoh kalimat berikut:
られて、服がぬれてしまった。
Gara-gara hujan, baju (saya) basah. 
Partikel に pada kalimat ini tidak diikuti oleh orang atau hewan. Namun sebuah kondisi yang mengakibatkan subyek (saya) merasa kesusahan. Jadi jika diungkapkan bahasa lainnya : (Saya) Terhujani sehingga baju (saya) basah. Tapi jika ditranslate seperti itu akan terasa aneh. Mungkin akan lebih tepat kehujanan.
なれて、大学を続けられなくなりました。
Karena (saya) di(tinggal)mati oleh bapak saya, (saya) tidak bisa melanjutkan kuliah. 
Yang saya beri warna merah (tinggal) hanya opsi pemaknaan supaya lebih mudah dipahami. Jika ada pertanyaan `Apakah bisa bentuk pasif diatas dirubah ke bentuk aktif?`. Jawabannya BISA. Namun tidak semua kalimat bisa. Karena sekali lagi, jangan terpaku dengan pola kalimat pasis bahasa indonesia yang dengan lebih mudah mengubahnya ke dalam bentuk aktif (merubah imbuhan dan mengganti posisi subyek dan obyek). Dalam bahasa jepang, anda harus benar-benar memahami konteks pola sesuai penggunaannya. Misalnya pada contoh diatas, jika masih belum paham maksudnya silahkan baca berulang kali. Sampai anda merasakan feel-nya.

1.d. N1N2N3を~られる

Dulu saya harus berfikir keras untuk memahami pola yang satu ini. Jika dalam kalimat aktifnya, terdapat makna kepemilikan maka bentuk kalimat pasifnya sedikit berbeda. Misalnya:
弟が私のパソコンを壊しました。
Adik merusakkan komputer saya.
Bentuk pasifnya BUKAN menjadi 私のパソコンは弟に壊されました。 Meskipun jika hanya dirubah posisi subyek obyek akan menjadi seperti itu. Maka dari itu saya tekankan dari awal, ada pola yang tidak hanya sekedar merubah kata kerja dan merubah posisi subyek obyek saja. Bentu pasif yang benar akan menjadi seperti dibawah ini:
私は弟パソコンを壊されました
 Saya, komputernya dirusakkan oleh adik.
Cara menerjemahkan seperti diatas munkin akan sedikit mengganggu, sehingga saat menerjemahkan kita boleh-boleh saja menggunakan pola kalimat pasif dalam bahasa indonesianya sehingga bisa menjadi: Komputer saya dirusakkan oleh adik. Contoh lain perhatikan dibawah ini.
私は犬手を噛まれた
Tangan saya digigit oleh anjing.
 Pelakunya selain manusia bisa juga binatang.

1.e. ~て もらう

Ini salah satu bentuk keunikan bahasa jepang, konsep yang sama tapi berbeda rasa, ternyata berbeda pula pola kalimat yang digunakan. Ketika bentuk pasif namun tidak ada unsur merasa terganggu atau kesusahan, maka pola-pola diatas tidak boleh digunakan. Yaitu ketika kita justru merasa terbantu dengan tindakan tersebut (kalau pola sebelumnya merasa dirugikan). Langsung saja ke contoh kalimat.
私は友達自転車を修理してもらいました
Sepeda saya diperbaiki oleh teman saya. 
TIDAK BOLEH menggunakan pola pasif  私は友達に自転車を修理されていました。Karena ada unsur kebaikan sehingga terbantu atas tindakan tersebut.

Selanjutnya masih ada pola ~させる yang cukup rumit untuk dipahami.

Pengalaman selama di Jepang, mengajari saya tentang banyak hal. Terutama dalam belajar bahasa jepang. Semoga artikel dalam website ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Ikoma, 2 Febuari 2016

Bagikan

Artikel Terkait

NEXT
« PREV
PREV
NEXT »

2 comments

comments
January 9, 2018 at 7:25 PM delete

Terima kasih atas materinya, saya sangat terbantu.

Reply
avatar

Silahkan jika ada yang ditanyakan atau masukan, tuliskan di kolom komentar.
Terima kasih.

Popular Posts